Pabrik batu hijau matcha dasar khusus baja tahan karat 6CMJY-50QB, pelat batu granit alam, penggilingan dingin kecepatan rendah. Mempertahankan aroma teh, menghasilkan bubuk matcha yang sangat halus. Rangka baja tahan karat dengan roda, cocok untuk kedai teh, laboratorium, dan produksi matcha dalam jumlah kecil.
Pabrik batu matcha kecil khusus tinggi DL-6CYMJ-32W, dilengkapi dengan pelat batu alam 30cm. Penggilingan suhu rendah berkecepatan rendah, menghasilkan bubuk matcha ultra-halus ≤15μm. Kapasitas 50g/jam, bodi baja tahan karat, ideal untuk kedai teh butik & produksi matcha dalam jumlah kecil.
Manual Matcha Stone Mill adalah penggiling tradisional yang dioperasikan dengan tangan yang terbuat dari batu alam, dirancang untuk menghasilkan bubuk matcha yang segar dan asli. Dengan proses penggilingan yang lambat dan panas yang dihasilkan rendah, membantu menjaga warna alami, aroma, dan rasa daun teh. Ringkas dan tahan lama, ideal untuk kafe matcha, kedai teh, restoran, toko pengalaman budaya, dan produksi matcha dalam jumlah kecil.
Mesin pengepakan kantong horizontal 5 stasiun ini menangani kantong M, kantong datar, dan kantong ritsleting untuk bahan butiran 50–500g seperti teh. Secara otomatis menyelesaikan penimbangan, pengisian, penyedotan debu, dan penyegelan dengan kontrol servo, mendukung beberapa aksesori opsional.
Adsorpsi pembersih elektrostatik yang dihasilkan oleh 4-10 rol elektrostatik mengekstrak kotoran dalam teh, seperti rambut, bulu sapu, abu bulu teh, jerami, sutra tas anyaman, potongan plastik, serbuk besi, dll.
Adsorpsi pembersih elektrostatik yang dihasilkan oleh 4-10 rol elektrostatik mengekstrak kotoran dalam teh, seperti rambut, bulu sapu, abu bulu teh, jerami, tas anyaman sutra, potongan plastik, serbuk besi, dll.
DL-6CYMJ-32W Penggiling Matcha Batu Putih Listrik: menggiling hingga ≤15μm, kapasitas ~50g/jam, 0,55KW. Ideal untuk matcha premium dalam jumlah kecil.
Ball mill Matcha dirancang untuk penggilingan produk pertanian pasca-pengeringan (misalnya, teh bubuk, bahan obat Cina) dengan keunggulan penggilingan suhu rendah (15-25℃) untuk mempertahankan warna dan aroma bahan mentah, kehalusan halus (500-1000 jerat), pengoperasian mudah yang dikontrol PLC, dan struktur tahan lama.
Pelayuan teh hitam mengacu pada proses di mana daun segar yang masuk ke dalam tanaman akan kehilangan air selama beberapa waktu, sehingga batang dan daun tertentu yang keras dan rapuh menjadi layu dan layu. Pelayuan tidak hanya kehilangan fisik air, tetapi juga proses perubahan kimiawi zat yang terkandung. Merupakan proses awal dalam produksi awal teh hitam, sekaligus merupakan proses dasar pembentukan teh hitam yang berkualitas.
Tujuan pelayuan adalah untuk menguapkan sebagian air, mengurangi tegangan sel teh, membuat tangkai daun menjadi rapuh dan lunak, meningkatkan ketangguhan pucuk dan daun, serta memudahkan untuk memelintir menjadi potongan-potongan; yang kedua adalah menyebabkan bagian dalam ujung teh karena kehilangan air. Serangkaian perubahan kimiawi yang mengandung zat menjadi dasar bagi perubahan bahan untuk membentuk kualitas warna dan wewangian teh hitam.
Pelayuan alami dalam ruangan adalah menyebarkan daun segar di rak layu untuk layu. Setiap rak layu dibagi menjadi 8-12 lapisan, masing-masing lapisan berjarak sekitar 20 cm, dan setiap lapisan dilapisi dengan tirai layu dari anyaman bambu. Luas gorden umumnya 1,5 meter persegi, dan dibutuhkan 0,5-0,6 kg daun per meter persegi. Proses pelayuan harus sering diperiksa, dan keseragaman pelayuan harus diperhatikan tepat waktu. Secara umum, suhu lapisan atas dan bawah berbeda. Tinggi tirai atas 1-2. Rangka gorden dengan ventilasi yang lebih baik di pintu dan jendela lebih cepat kehilangan air, sehingga harus disebar tebal. Buka jendela dan pintu tepat waktu pada hari cerah untuk mempercepat laju layu, dan tutup pintu dan jendela dengan benar pada hari mendung dan hujan untuk menjaga suhu dalam ruangan. Waktu layu sangat bervariasi karena musim, umur daun dan cuaca. Teh musim semi cerah, daun segar grade 1-2 bisa layu dalam 15-20 jam, dan terkadang bisa tertunda hingga 36-48 jam di hari hujan. Oleh karena itu, pelayuan alami dalam ruangan sulit untuk beradaptasi dengan pembuatan teh mekanis saat ini. Pada awal 1960-an, pelayuan alami dalam ruangan secara bertahap dihilangkan dan palung layu digunakan.
Pelayuan melalui pelayuan adalah metode di mana daun segar ditempatkan dalam bak ventilasi dan dipanaskan dengan udara untuk mempercepat proses pelayuan. Palung layu terdiri dari dua bagian: bak bak dan peralatan ventilasi. Umumnya palung tersebut memiliki panjang 10 meter, lebar 11,5 meter, dan tinggi 80 cm. Bagian bawah palung memiliki kemiringan suhu yang seragam dan peralatan ledakan pemanas. Permukaan palung berbahan besi atau Tirai daun (kotak) yang ditenun dari bambu dapat merentangkan 2-2,5 kg daun per meter persegi, dan tebal hamparan daun sekitar 20 cm. Angin panas (atau sejuk) diturunkan untuk mempercepat penguapan air. Hujan di musim semi dan perlu dihangatkan dan dikeringkan, tetapi suhu umum tidak boleh melebihi 30, dan waktu layu umumnya 6-12 jam. Di musim panas, suhu relatif tinggi, udara relatif kering, dan angin dingin cukup. Metode pelayuan ini dapat menghemat luas tanaman, tenaga kerja dan mengurangi intensitas tenaga kerja, serta dapat lebih mengontrol proses pelayuan. Kualitas daun layu lebih baik, dan itu cara yang umum digunakan di negara saya.